Sabtu, 18 Februari 2012

Makalah Pengembangan Bakat dan Kreativitas Anak Usia SMP dan SMA


PENGEMBANGAN BAKAT DAN KREATIVITAS
ANAK USIA SMP DAN SMA

MAKALAH
Dibuat untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Dosen Pembimbing : Halim Purnomo, M.Pd.



 












Disusun Oleh:
Pandu Aria Nugraha
Ratna Fatikhatussyifa
Riska Nur’Akhidah Sari


PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA CIREBON
2011





KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT , karena atas rahmat dan Inayah-Nya makalah Dasar-Dasar Pemahaman Anak Berbakat ini dapat kami selesaikan dengan baik dan  tepat pada waktunya. Adapun judul dari makalah Dasar-dasar Pemahaman Anak Berbakat ini adalah “Pengembangan Bakat dan Kreativitas Anak Usia SMP dan SMA”.
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar-dasar Pemahaman Anak Berbakat, serta untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai bakat dan kreativitas yang dimiliki anak usia SMP dan SMA.
Dalam penyusunan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik & saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita maupun masyarakat.




                                    Cirebon, Desember 2011

Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................   ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................   iii
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................   iv
BAB I   PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................................................   1
B  Perumusan Masalah .............................................................................   1
C. Tujuan Penulisan...................................................................................   2
D. Manfaat ...............................................................................................   2
BAB II  PEMBAHASAN
A. Pengertian Transportasi .......................................................................   3
B. Penjelasan Macam-macam Transportasi ...............................................   5
1. Transportasi Darat ............................................................................   5
2. Transportasi Laut .............................................................................   6
     3. Transportasi Udara ...........................................................................   8
C. Dampak ................................................................................................   9
.... 1. Dampak Positif ................................................................................   9
.... 2. Dampak Negatif ..............................................................................   10
BAB III  KESIMPULAN  .....................................................................................   11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................   v





BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Generasi muda merupakan salah satu elemen utama penerus dan regenerasi bangsa. Masamuda adalah proses peralihan masa kanak-kanak menuju masa dewasa, atau dikenal juga dengan masa-masa SMP dan SMA.
Masa ini merupakan masa yang paling menentukan perkembangan manusia di bidang emosional, moral, spiritual, dan fisik. Masa-masa ini dipenuhi dengan perkembangan dan perubahan, masa goncang dan penuh dengan pemberontakan. Tak jarang pada masa ini banyak ditemui kaum muda kehilangan pegangan dalam usaha menemukan dirinya. sesorang yang tengah memasuki tahap remaja memiliki karakteristik mental yang tengah labil. Dapat dikatakan seseorang tersebut sedang memasuki tahap yang dinamakan transisi.
Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun yang berada pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), adalah usia dimana seorang individu yang berada dalam masa atau tahap peralihan. Dalam usia SMP dan SMA pula kaum muda membutuhkan pendampingan yang intensif dari oranglain yang lebih dewasa dalam usaha menemukan jati dirinya dalam arti mengetahui kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Maka pengembangan bakat dan minat remaja sangat penting. Dan dalam mengembangkan kopetensinya remaja tetap membutuhkan bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah.
Karena dalam masa ini pula individu mulai berinteraksi dengan individu lainnya, baik dengan yang sejenis maupun dengan lawan jenisnya. Lebih-lebih seorang pribadi individu yang tinggal didaerah perkotaan. Mereka begitu dekat dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan yang baik dan serius.

B.  Rumusan Masalah
1. Apakah bakat dan kreativitas itu?
2.  Apa sajakah yang dilakukan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas anak usia SMP dan SMA / remaja?
3.  Siapa sajakah yang berperan dalam pengawasan pengembangan kreativitas tersebut?

C.  Tujuan Penulisan
1.  Untuk menjelaskan pengertia kreativitas.
2.  Untuk menjelaskan tentang pengembangan bakat dan kreativitas anak usia SMP dan SMA / remaja.
3.  Untuk menjelaskan peranan dan hubungan remaja dengan sekitarnya.





BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Kreativitas
Kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan, menilai dan menguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubahnya dan mengujinya lagi sampai pada akhirnya menyampaikan hasilnya. Dengan adanya kreativitas yang diimpelmentasikan dalam sistem pembelajaran, peserta didik nantinya diharapkan dapat menemukan ide-ide yang berbeda dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehinggaide-ide kaya yang progresif dan divergen pada nantinya dapat bersaing dalam kompetisi global yang selalu berubah.
Kreatifitas membutuhkan adanya dorongan dari dalam individu (motivasi intristik) maupun dorongan dari ingkungan (motivasi ekstrinsik).
        1.     Motivasi untuk Kreativitas
Dorongan ada pada setiap individu dan bersifat universal ada dalam diri individu itu sendiri namun membutuhkan kondisi yang tepat untuk diekspresikan.
        2.     Kondisi Ekstrenal yang Mendorong Perilaku Kreatif
Menurut Rogers, “penciptaan kondisi keamanan psikologis dan kebebasan psikologis memungkinkan timbulnya kreativitas yang konstruktif”.

B.  Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Remaja
Dalam mengembangkan kreativitas ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Antara lain:
1.      Menghargai eksistensi remaja
2.      Eksistensi siswa dalam kehidupannya
3.       


Pada pembelajaran tingkat SMP dan SMA siswa lebih membutuhkan pembelajaran pendidikan Akademik tetapi tidak meninggalkan pada pendidikan karakter itu sendiri. Dalam hal ini guru dapat mengajarkan kepada siswa pembelajaran komprehensif yaitu mengenai pengembangan keterampilan hidup. Ada beberapa keterampilan yang diperlukan supaya peserta didik dapat mengamalkan nilai-nilai yang dianut sehingga berprilaku konstruktif dan bermoral dalam masyarakat, keterampilan, tersebut antara lain berpikir kritis, berkomunikasi secara jelas, menyimak,bertindak asertif, dan menemukan resolusi konflik dapat disebutkan secara ringkas sebagai keterampilan akademik dan keterampilan sosial.

Amabile mengemukakan bahwa, “Keberhasilan dalam perwujudan kreativitas ditentukan oleh tiga faktor yang saling terkait, dan titik pertemuan antara ketiga faktor inilah yang menentukan keunggulan kreatif, yaitu keterampilan dalam bidang tertentu, keterampilan berpikir, dan bekerja kreatif, dan motivasi intrinsic”.
Penelitian Dacey (1989) membandingkan karakteristik keluarga yang anak remajanya sangat kreatif, dengan keluarga yang anak remajanya biasa saja. Hasil penelitian ini menunjukan peran besar dari lingkungan keluarga; dalam keluarga dengan remaja kreatif, tidak banyak aturan diberlakukan dalam keluarga dibandingkan keluarga yang biasa. Banyak diantara remaja yang kreatif pernah mengalami masa kritis atau trauma dalam hidup mereka. Orang tua mengukur tanda-tanda kekreatifan anak sudah pada usia dini, dan mereka mendorong dan member banyak kesempatan untuk mengembangkan bakat anak. Banyak dari orangtua keluarga kreatif mempunyai hobi yang dikembangkan disamping karier mereka. Orangtua dan anak dari keluarga kreatif sama-sama berpendapat bahwa pernah sekolah tidak penting dalam pengembangan kreativitas anak. Tetapi remaja kreatif cenderung untuk bekerja lebih keras daripada teman sekolah mereka. Agaknya dominasi dari belahan otak kanan (yang diasumsikan dengan fungsi kreatif) lebih kuat pada kelompok remaja yang kreatif.

Pada dasarnya penyesuaian diri memiliki dua aspek yaitu: penyesuaian pribadi dan penyesuaian sosial. Untuk lebih jelasnya kedua aspek tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
1.    Penyesuaian Pribadi
Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya. Ia menyadari siapa dirinya sebenarmya, apa kelebihan dan kekurangannya dan mampu bertindak obyektif sesuai dengan kondisi dirinya sendiri. Keberhasilan penyesuaian pribadi ditandai dengan tidak adanya rasa benci, lari dari kenyataan atau tanggungjawab, dongkol, kecewa, atau tidak percaya pada kondisi dirinya. Kehidupan kejiwaannya ditandai dengan tidak adanya kegoncangan atau kecemasan yang menyertai rasa bersalah, rasa cemas, rasa tidak puas, rasa kurang dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya.

2.    Penyesuaian Sosial
Setiap individu di dalam masyarakat. Di dalam masyarakat tersebut terdapat proses saling mempengaruhi satu sama lai silih berganti. Dari proses tersebut timbul sebuah proses kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan , hukum, adat dan nilai-nilai yang mereka patuhi, demi untuk mencapai penyelesaian bagi persoalan-persoalan hidup sehari-hari. Dalam bidang ilmu psikologi sosial, proses ini dikenal dengan proses penyesuaian sosial.

Dalam pengembangan bakat dan kreativitas haruslah bertolak dari karakteristik keberbakatan dan juga kreativitas yang perlu di optimalkan pada peserta didik yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotor.
Motivasi internal ditumbuhkan dengan memperhatikan bakat dan kreativitas individu serta menciptakan ikli yang menjamin kebebasan psikologis untuk kreatif peserta didik dilingkungan rumah, sekolah dan masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar