No
|
Karakteristik
|
Indikator
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
|
Taat
Beribadah
Percaya
Diri
Disiplin
Toleransi
Inovatif
Mandiri
Kreatif
Bertanggung
Jawab
Empati
Cinta
Tanah Air
Pandai
Berinteraksi
Jujur
|
Anak menjalankan segala perintah agama
Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri
Anak telah
mematuhi aturan-aturan yang berlaku dalam lingkungan sekolah
Anak menghargai keberagaman agama, budaya, suku,
ras dan golongan sosial ekonomi dalam lingkungan sekolah
juga masyarakat.
Anak mampu
menciptakan gagasan-gagasan baru
Anak menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri
sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Anak menunjukkan kemampuan menganalisis dan
memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab
Anak
menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.
Anak menghargai karya seni dan budaya nasional.
Anak mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara
efektif dan santun.
Anak mampu mengerjakan ulangan secara mandiri
|
Selasa, 12 Februari 2013
Menumbuhkan Karakteristik Siswa
Jumat, 30 Maret 2012
Proses Perkembangan Janin dalam Rahim
PROSES
PERKEMBANGAN JANIN
Menurut ilmu kedokteran
terdapat 3 fase atau trimester dalam pertumbuhan fisik janin, yaitu:
1.
Trimester Pertama (0 – 12 Minggu)
Dalam fase ini ada tiga periode penting pertumbuhan
mulai dari periode germinal sampai periode terbentuknya fetus.
- Periode Germinal (0 – 2
Minggu)
Pada
periode inilah terjadi proses pembuahan telur oleh sperma yang terjadi pada
minggu ke-2 dari hari pertama menstruasi terakhir. Telur yang sudah dibuahi
sperma akan bergerak dari tuba fallopi dan menempel ke dinding uterus
(endometrium)

- Periode Embrio (3 – 8 Minggu)
Proses
sistem syaraf pusat, organ-organ utama dan struktur anatomi mulai terbentuk.
Seperti mata, mulut, lidah, dan lain-lainnya. Sedangkan hati mulai memproduksi
sel darah. Pada periode ini janin mulai berubah dari blastosis menjadi embrio
berukuran sekitar 1,3 cm dengan kepala
yang besar.- Periode
Fetus (9 – 12 Minggu)
Periode
dimana semua organ penting terus bertumbuh dengan cepat dan saling berkaitan
dengan aktivitas otak yang tinggi.

2.
Trimester kedua (12 – 24 Minggu)
Pada trimester kedua, dengan usia janin sekitar 10
sampai 22 minggu terjadi peningkatan perkembangan janin. Pada minggu ke-18
dengan melakukan pemeriksaan ultrasongrafi atau USG kita dapat mengetahui
keadaan janin dalam kandungan selain itu untuk mengecek kesempurnaan janin
tersebut yaitu posisi plasenta dan kemungkinan bayi kembar. Jaringan kuku,
kulit dan rambut berkembang dan mengeras pada minggu ke 20 – 21, indera
penglihatan dan pendengaran janin mulai berfungsi, kelopak mata sudah dapat
membuka dan menutup. Janin (fetus) mulai tampak sebagai sosok manusia dengan
panjang sekitar 30 cm.
![]() |
3.
Trimester Ketiga (24 – 40 Minggu)
Dalam trimester ini, dengan usia janin sekitar 22
sampai 38 minggu semua organ tubuh tumbuh dengan sempurna. Janin menunjukan
aktivitas motorik yang terkordinasi seperti menendang atau menonjok serta dia
sudah memiliki periode tidur dan bangun Masa tidurnya lebih lama dibandingkan
dengan masa bangun. Pada fase ini paru-paru mulai berkembang pesat menjadi
sempurna.

Pada
minggu ke 40 ini atau bulan ke-9, janin akan mengambil posisi kepala di bawah
dan siap untuk dilahirkan. Berat bayi normal yang lahir sekitar 3 - 3,5 kg
dengan panjang sekitar 50 cmKamis, 29 Maret 2012
Proses Sosial Budaya dalam Pendidikan
PROSES
SOSIAL BUDAYA DALAM PENDIDIKAN
Secara sosiologi
pendidikan adalah sebuah warisan budaya dari generasi ke generasi agar
identitas masyarakat yang ada tetap tepelihara. Sedangkan dalam Dictionary of Education dijelaskan bahwa pendidikan
merupakan proses sosial yaitu dimana seseorang dihadapkan pada pengaruh
lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah)
sehingga dia dapat memperoleh atau menjalani perkembangan kemampuan sosial dan
kemampuan individu yang optimum. Proses sosial merupakan timbal balik antara
berbagai kehidupan bersama, misalnya pengaruh antara sosial dengan politik,
politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst.
Umar Tirtarahardja dan
La Sula (1995) mengemukakan bahwa salah satu fungsi pendidikan adalah sebagai
proses transpormasi budaya yang berarti pendidikan berfungsi untuk mewariskan
budaya dari generasi ke generasi berikutnya. Fungsi ini juga berkenaan dengan
bagaimana pendidikan mengubah nila-nilai tertentu atau mengembangkan
nilai-nilai baru yang dipandang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Dengan
demikian, pendidikan tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan dari kebudayaan.
Karena proses pendidikan adalah proses kebudayaan dan proses kebudayaan adalah proses
pendidikan
Oleh karena itu,
pendidikan disebut juga sebagai proses sosial budaya yang mewariskan nilai-nilai
budaya yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat. Hasil budaya yang berupa
tulisan dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Karena dalam masyarakat
berbudaya, sumber belajar selain tatap muka dalam pergaulan juga lewat tulisan,
lembaga- lembaga pendidikan yang diusahakan secara formal. Proses belajar dapat
terjadi dimana saja sepanjang hayat. Sekolah merupakan salah satu tempat
terjadinya proses belajar juga proses pembudayaan dan sosial. Sehingga
pendidikan sering disebut sebagai proses sosial budaya. Proses pembudayaan di
sekolah bertujuan untuk pencapaian akademik siswa, membudayakan sikap,
pengetahuan, keterampilan dan tradisi yang ada dalam suatu komunitas budaya,
serta untuk mengembangkan budaya dalam suatu komunitas melalui pencapaian
akademik masing-masing siswa dan siswi yang ada sebagai pribadi dalam kesatuan
sistem sosial budaya. Dan melalui sistem persekolahan setiap anak dikenalkan
sejak dini mengenai pentingnya membangun tatanan hidup bermasyarakat, yang di
dalamnya terdapat berbagai macam proses sosial. Selain itu dalam sistem
persekolahan dapat merangsang tumbuhnya kesadaran sosial di kalangan anak
didik, bahwa mereka adalah bagian warga negara dengan latar belakang sosial
budaya yang berlainan. Sehingga dapat dikatakan, sistem persekolahan adalah
salah satu pilar penting yang menjadi tiang penyangga proses sosial budaya.
Menurut Imran Manan,
phD, (1989) enkulturasi dalam arti luas yaitu pendidikan. Pendidikan yang berarti proses umum dimana seorang anak tumbuh dalam
cara hidup dari masyarakatnya. Oleh karena itu, enkulturasi sebagai proses
pembudayaan dalam masyarakat tidak hanya terjadi secara formal seperti dalam
sekolah. Tetapi juga dapat terjadi secara informal seperti dalam keluarga,
komunitas budaya suatu suku, atau komunitas budaya suatu wilayah. Proses
pembudayaan enkulturasi seperti tata krama, adat istiadat, keterampilan suatu
suku atau keluarga biasanya diturunkan kepada generasi berikutnya atau orang
yang dianggap senior terhadap orang yang dianggap lebih muda.
Jumat, 02 Maret 2012
Preventif dan Kuratif
NO
|
PREVENTIF
|
KURATIF
|
1
|
Tauran
antar sekolah
|
1. Diberi
arahan. Seperti sosialisasi bahwa seorang pelajar bersekolah untuk menuntut
ilmu, bukan untuk bertindak anarkis
2. Diberi
sanksi. Seperti sebuah hukuman untuk berlari mengelilingi lapangan,
diberdirikan di tengah lapangan pada siang hari, dll. Atau dengan diberikan
skorsing dan surat panggilan untuk orang tua bersangkutan
|
2
|
Kekerasan
senior pada juniornya
|
1. Diberi
bimbingan terlebih dahulu pada senior
tersebut. Apa yang mendasarinya
bertindak seperti itu.
2. Diberi
sanksi ataupun hukuman.
3. Di
keluarkan. Jika kejadian tersebut terulang hingga beberapa kali. Atau bila
kejadian tersebut sampai memakan korban jiwa
|
3
|
Merokok di lingkungan sekolah
|
1. Diberi
bimbingan serta arahan tentang kerugian dan bahaya merokok
2. Diberi
sanksi ataupun hukuman, seperti berlari keliling lapangan, membersihkan
toilet, dll. Gunanya untuk memberikan efek jera pada siswa tersebut
|
4
|
Mabuk-mabukan, baik di lingkungan
sekolah maupun di luar lingkungan sekolah
|
1. Diberi
sanksi dan hukuman, biasanya berupa skorsing untuk tidak mengijinkannya
mengikuti pelajaran dalam jangka waktu tertentu.
2. Di
kelurkan. Jika kejadian tersebut terulang hingga beberapa kali.
|
5
|
Membawa bahkan mengkonsumsi narkoba,
ganja, heroin dan sejenisnya di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah
|
1. Di
keluarkan
|
6
|
Menjaili
guru. Seperti menggoda guru, ataupun membohohinya
|
1. Diberi
bimbingan serta arahan. Bahwa perbuatan yang dia lakukan itu salah dan
merugikan orang lain
2. Diberikan
sanksi atau hukuman agar memberikan efek jera pada siswa tersebut
|
7
|
Berpakaian dan berpenampilan yang
menyalahi aturan yang telah ditetapkan. Seperti memakai rok di atas lutut,
rambut gondrong untuk laki-laki, dll
|
1. Diberi
bimbingan serta arahan. Contohnya seperti memakai rok di atas lutut, dapat
mengundang perlakuan yang kurang menyenangkan dari laki-laki hidung belang
2. Diberi
sanksi. Seperti berlari keliling lapangan ataupun menggunting rok dan rambut
dari siswa yang bersangkutan.
|
8
|
Terlambat masuk sekolah. Khususnya
ketika hari senin, pada saat pengibaran bendera merah putih
|
1. Diberi
bimbingan serta arahan. Seperti
sosialisasi bahwa yang ia lakukan itu salah dan sebaiknya segera dihilangkan
agar tidak menjadi sebuah kebiasaan
2. Diberi
sanksi. Seperti diberdirikan di tengah lapangan, berlari mengelilingi lapangan,
menycabut rumput, dll.
|
9
|
Membawa komik, majalah, CD porno,
benda benda tajam, dll ke sekolah
|
1. Diberi
bimbingan serta arahan. Bahwa yang dia lakukan itu salah. Karena tidak
seharusnya membawa barang-barang tersebut ke lingkungan sekolah
2. Memberikan
sanksi. Seperti menyita barang bawaan tersebut
|
10
|
Berpacaran
di lingkungan sekolah
|
1. Diberi
bimbingan dan arahan, bahwa yang mereka lakukan itu salah karena tidak
seharusnya dilakukan. Serta memberikan masukan-masukan tentang
kerugian-kerugian atupun dampak negatif yang ditimbulkan dari berpacaran
2. Memberikan
sanksi berupa skorsing ataupun surat panggilan untuk orang tua yang
bersangkutan guna untuk memberikan efek jera pada pelakunya
|
Langganan:
Postingan (Atom)
